Untuk si penempuh titik balik - Amor fati

 


Melalui buku ini aku mulai menyadari bahwa "dewasa" sendiri memiliki makna yang sangat luas. Salah satunya ialah amor fati atau mencintai takdir. Buku ini membantuku perlahan-lahan mencintai takdir dengan lebih baik lagi. Menyadari bahwa banyak kekurangan-kekurangan yang patut disyukuri, karena dengan menerima kekurangan tersebut aku semakin bekerja keras menjadi lebih baik dan memiliki pribadi yang semakin bertumbuh. Menyadari bahwa aku harus dapat melihat diriku lebih dalam untuk memutuskan sesuatu, sehingga aku dapat berjalan tegap tanpa penyesalan. Menyadari bahwa satu-satunya hal yang harus aku hindari dalam menjalani hidup ialah saat aku tidak berkembang.

Satu hal yang membuat penantianku semakin berpengharapan ialah "kesempatan terbaik ialah saat kesempatan itu belum datang". Saat kesempatan itu belum datang, kamu dapat leluasa tanpa tekanan mempersiapkan dirimu dan menjadi versi terbaikmu. Lebih memperhatikan setiap detail kecil dalam hidup dan lebih banyak merefleksi diri. Sehingga saat kesempatan itu datang, kamu dapat menjalaninya dengan siap. Rando Kim mengatakan bahwa semua belum terlambat, bahwa aku dapat memulai semuanya dari awal hanya dengan melakukan total reset dan bekerja lebih tekun. Impian tidak pernah pergi, diri kitalah yang selalu melarkan diri. Sembari kita mempersiapkan sukses kita, mari belajar pengendalian diri. Karena pengendalian diri yang cermat lebih dibutuhkan saat sukses daripada saat gagal. Bukan kalimat-kalimat itu tidak asing. Sama seperti ajaran agama yang mengatakan Tuhan hanya memberikan tanggung jawab kepada hamba yang siap. Ntahlah ini akan berjalan sesuai dengan yang dikatehui ataupun tidak, tapi aku masih meyakini prinsip the secret bahwa alam bawah sadar dan semesta saling tarik menarik. Jadi aku memutuskan untuk meyakininya.

Dalam buku ini, Rando Kim menunjukan sisi kemanusiaan secara umum. Saat wawancaranya ia mengatakan "Aku hanya betahan hingga cobaan itu berlalu. Aku tidak sekuat itu hingga bisa bangkit dari masalah. Aku hanya bisa bersabar dan akhirnya semua berlalu". Aku berpikir... kadang ada beberapa masalah yang tidak dapat terselesaikan seberapa keraspun kamu berusaha. Dengan menerima takdirmu, kamu akan terus menumbuhkan benih-benih harapan yang dapat membantumu bertahan. Berusaha semampumu, dan mengatakan pada dirimu "Semuanya akan baik-baik saja". Suatu hari akan tiba masanya ketika kita bisa membicarakan masalah yang telah berlalu itu dengan tegar.

Dalam menjalani proses kehidupan, kita juga membutuhkan kelonggaran, tidak masalah sedikit bermurah hati pada diri sendiri. Kebahagiaan kita tergantung pada seberapa besar kita mampu menyeimbangkan antara hasrat untuk meraih pencapaian dan rasa syukur yang menggelayut. Kelapangan yang selaras dengan keikhlasan adalah harta karun kehidupan.

Mari kita kembali ke niat awal kita, kembali menyiapkan tangan kosong yang dulu tak membawa apapun. Kembali ke jalan yang telah kita lalui. Untuk mengurangi kesalahan dan melihat hal-hal yang semula terabaikan. 

"Aku mungkin tidak menjadi yang terbaik, tapi aku memberikan usaha terbaikku"
Untuk si penempuh titik balik

Komentar

Eidelwise Lelianty mengatakan…
Sebenarny ada bab yang menjelaskan tentang pandangan pernikahan dan keluarga. Untuk saat ini aku belum tertarik, mungkin lain waktu 😁.

Postingan populer dari blog ini

Kali ini untuk diriku sendiri

Bersama Tuhan, Aku mampu