Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Disini sangat sesak dan aku sedang terluka

 Aku memutuskan untuk berhenti membaca "Never Get Angry Again" lagi. Bukan bukunya tidak menarik, tapi aku merasa selalu disalahkan dalam menjalani hidup. "Orang dengan harga diri rendah"  begitu dia menyebut orang sepertiku. Dia juga yang membuatku sadar bahwa aku memang tidak memiliki empati. Segala hal yang kulakukan hanya fokus pada diriku sendiri. Aku melakukan segalanya dalam membantu orang hanya untuk mengisi gelas tidak berdasarku. Bukan untuk meringankan beban seseorang. Salah satu alasanku hidup dengan usaha terbaikku ialah karena rasa bersalahku setiap aku melakukan kesalahan dan marah. Saat aku tidak bertemu siapapun, aku meminimalisir kesalahan dan amarahku dan itu beerbanding lurus dengan semangatku untuk hidup. Bahkan, saat membaca bukunya aku sibuk menyalahkan diri dan berusaha mencari alibi untuk mengasihani diri. Hal yang tidak aku mengerti ialah.... aku menangis. Aku akui itu benar. Aku tidak menyukai diriku sendiri, sehingga tidak ada yang boleh ...

My skripsweet's blue

 Kali ini, aku ingin bercerita  tentang apa yang aku rasakan selama proses skripsiku. Aku ingat jelas bagaimana rasanya merasa sampah dan sangat tertinggal. Seolah-olah tidak memiliki progress. Menyalahkan diri sendiri, dan dari dalam diri kita ada sosok yang teriak "Aku tidak sanggup seperti ini lebih lama lagi.". Saat sosok itu berteriak mulai muncul banyak hal di dalam pikiran. Banyak hal yang menyamar sebagai solusi, sangkin banyaknya ia menutup solusi itu sendiri. Aku mulai ragu apakah aku masih berguna di hidup ini? Apakah akan datang hal yang lebih buruk? (Menurutku, teriakan "Aku tidak sanggup seperti ini lebih lama lagi" itu merupakan suatu permohonan agar kita lebih memperdulikan diri kita sendiri. Memberi kelonggaran tanpa berhenti mengembangkan diri. Meminta agar kita mencoba untuk berpindah fokus pada aspek lain dan melihat bagian mana yang dapat dikembangkan pada saat-saat seperti ini. Salah satunya ialah kesabaran. terkadang orang fokus kepada mindset...

Untuk si penempuh titik balik - Amor fati

Gambar
  Melalui buku ini aku mulai menyadari bahwa "dewasa" sendiri memiliki makna yang sangat luas. Salah satunya ialah amor fati atau mencintai takdir. Buku ini membantuku perlahan-lahan mencintai takdir dengan lebih baik lagi. Menyadari bahwa banyak kekurangan-kekurangan yang patut disyukuri, karena dengan menerima kekurangan tersebut aku semakin bekerja keras menjadi lebih baik dan memiliki pribadi yang semakin bertumbuh. Menyadari bahwa aku harus dapat melihat diriku lebih dalam untuk memutuskan sesuatu, sehingga aku dapat berjalan tegap tanpa penyesalan. Menyadari bahwa satu-satunya hal yang harus aku hindari dalam menjalani hidup ialah saat aku tidak berkembang. Satu hal yang membuat penantianku semakin berpengharapan ialah "kesempatan terbaik ialah saat kesempatan itu belum datang". Saat kesempatan itu belum datang, kamu dapat leluasa tanpa tekanan mempersiapkan dirimu dan menjadi versi terbaikmu. Lebih memperhatikan setiap detail kecil dalam hidup dan lebih banya...

Kali ini untuk diriku sendiri

Bertambahnya usia memberikan tanggung jawab kepada setiap orang untuk bersikap dewasa. Walaupun setiap orang tahu bahwa dewasa adalah pilihan, tapi tetap saja sangat minim orang yang enggan memilih untuk dewasa. Akan tetapi hal ini terkadang disalah artikan oleh dominan orang. Banyak orang yang menganggap dewasa merupakan satu-satunya pilihan, yaitu antara dewasa atau mati. Oleh karena  itu, tidak heran jika banyak orang yang menganggap menjadi dewasa merupakan beban yang harus diterima. Baik itu merupakan pilihan secara sengaja maupun tidak sengaja, dewasa yang dianggap beban pada akhirnya akan menempah kita memiliki mental korban yang cenderung keras pada diri sendiri dan tidak mencintai diri. Aku mulai menyadari hal ini, setelah aku mengalaminya dan kebetulan (walaupun aku tidak percaya adanya kebetulan) aku membaca "Time of Your Life - Rando Kim" (Terimakasih kepada Nadame yang telah meminjamkannya). Aku menyadari bahwa banyak hal yang tidak aku ketahui tentang menjadi de...

Hellooooooo...... It's me

Gambar
Hi!!! Apakabar? Aku harap kalian baik-baik saja. Well, setelah lama vakum menulis, aku kembali. Saat ini, aku memutuskan untuk mencoba bangkit dan pelan-pelan keluar dari sosok yang menyedihkan. Setelah lama berdiam diri di dalam kegelapan, aku putuskan untuk menyalakan lilinku dan mencoba melihat diriku sendiri. Hampir 3 tahun berlalu bukan? Sekarang aku sangat banyak berubah, kamu tahu? Pertengahan 2018 aku mendapatkan teman pertamaku, walaupun saat itu kami belum dapat terhubung secara emosional setidaknya dia mengurangi rasa kesepianku karena dia selalu menemaniku makan dan menemaniku untuk melakukan apapun yang perlu kulakukan. Akhir 2018 aku akhirnya mendapatkan teman keduaku. Kejadiannya sangat tidak terduga hahaha... Awalnya aku hanya ingin membicarakan tentang organisasi bersama para pencinta politik di kampusku. Seiring berjalannya waktu, kami jadi sering berdiskusi dan kebetulan karena dia sering menginap di kostku. Awal yang sangat aneh bukan, tapi aku percaya tidak ada yan...