Disini sangat sesak dan aku sedang terluka
Aku memutuskan untuk berhenti membaca "Never Get Angry Again" lagi. Bukan bukunya tidak menarik, tapi aku merasa selalu disalahkan dalam menjalani hidup. "Orang dengan harga diri rendah" begitu dia menyebut orang sepertiku. Dia juga yang membuatku sadar bahwa aku memang tidak memiliki empati. Segala hal yang kulakukan hanya fokus pada diriku sendiri. Aku melakukan segalanya dalam membantu orang hanya untuk mengisi gelas tidak berdasarku. Bukan untuk meringankan beban seseorang. Salah satu alasanku hidup dengan usaha terbaikku ialah karena rasa bersalahku setiap aku melakukan kesalahan dan marah. Saat aku tidak bertemu siapapun, aku meminimalisir kesalahan dan amarahku dan itu beerbanding lurus dengan semangatku untuk hidup. Bahkan, saat membaca bukunya aku sibuk menyalahkan diri dan berusaha mencari alibi untuk mengasihani diri. Hal yang tidak aku mengerti ialah.... aku menangis. Aku akui itu benar. Aku tidak menyukai diriku sendiri, sehingga tidak ada yang boleh ...