Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Rasa Gagal

 Sebenarnya apa yang dilakukan orang-orang di luar sana? apakah mereka memang berkorban mati-matian untuk mendapatkan sesuatu? Lalu bagaimana denganku? Aku pernah sangat berjuang untuk satu hal walaupun aku tidak tahu aku benar-benar menginginkannya atau tidak tapi seiring berjalannya waktu aku merasa itu adalah hal yang sia-sia. Aku mengorbankan hal yang harusnya menjadi prioritas yaitu diriku sendiri. Lalu untuk berjuang kembali, apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus kembali ke kebiasaan lama yang berjuang setengah mati nanmun akhirnya merasa kosong juga, atau aku harus bertahan dengan prinsip "aku adalah prioritas hidupku" tanpa pencapaian apapun? TBH aku sedikit bosan dengan pola hidup yang terulang seperti ini

Hanya seorang manusia

"Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini" - Mark 9:24 Aku selalu sadar bahwa setiap apa yang kurencanakan sendiri, tidak dapat berjalan dengan baik. Dan setiap aku mengalami kesulitan, aku tidak pernah kekurangan. Setiap hal yang Tuhan kerjakan padaku, selalu membuatku tercengang. Tapi terkadang, ada saat dimana aku takut Tuhan menyuruhku menunggu lebih lama, aku takut aku benar2 kekurangan dan ketinggalan. Aku cemas dan sulit untuk tidur. Tuhan selalu mengingatkanku melalui hambanya dan firmannya. Tapi, aku selalu jatuh ke dalam jerat cemasakan masa depan. Puji Tuhan, Tuhan lebih besar dari apapun. Aku percaya Tuhan tidak akan terlambat dan Tuhan selalu menyertaiku, sehingga aku tidak akan kekurangan apapun. Walaupun aku hanya seorang manusia yang selalu berbuat dosa, tapi Tuhanku maha pemaaf dan selalu tepat janji. Aku percaya Tuhan tau waktu terbaik untukku. Aku memang bukan yang terbaik, tapi aku memberikan usaha terbaikku. Bersama Tuhan aku mampu